Harga Koin Crypto Kontraksi, Apa yang Harus Dilakukan?

Invesnesia.com – Setelah menghijau beberapa waktu terakhir, pasar crypto hari ini Rabu (29/12/21) pukul 2:43 AM WIB tampak memerah alias kontraksi signifikan, apa yang harus dilakukan?

Pada perdagangan hari ini, investor tampak sedikit khawatir akibat harga sebagian besar koin crypto menurun drastis, setelah apresiasi signifikan beberapa hari terakhir. Tercatat, beberapa koin crypto dengan fundamental terbaik tak terlepas dari koreksi harga.

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin (BTC) koreksi 7,27%, Ethereum (ETH) melemah 6,83%, Binance Coin (BNB) kontraksi 5,98%, Solana (SOL) dan Cardano (ADA) masing-masing merosot 10,66% dan 9,61%.

Selain itu, koin crypto berbasis DeFi terbaik seperti Avalanche (AVAX) dan Uniswap (UNI) juga kontraksi masing-masing 9,57% dan 6,68%. Begitu juga dengan koin metaverse terbaik seperti Decentraland (MANA) dan The Sandbox (SAND) yang merosot 13,3% dan 10,45%.

Penurunan harga sebagian besar koin crypto, khususnya yang dianggap paling populer dan teratas sedikit banyak mengkhawatirkan investor. Lalu, apa semestinya yang harus dilakukan saat harga crypto turun drastis?

Tetap Tenang

Saat pasar sedang kontraksi atau harga koin crypto yang Anda koleksi turun, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah tetap tenang – agar mampu berpikir jernih. Tentu saja, Anda harus memahami apa yang membuat harga crypto turun, apakah karena faktor fundamental, atau hanya sebatas teknikal.

Memang, harga koin crypto beberapa waktu terakhir sudah terapresiasi cukup tinggi, sehingga tampak wajar jika harga koreksi – dan mungkin saja untuk menggapai puncak yang lebih tinggi. Dengan kata lain, ini mungkin hanya faktor teknikal saja.

Average Down

Jika Anda mengoleksi koin crypto dengan proyek yang bagus dan solutif, semestinya tidak ada keraguan untuk tetap menahan aset, khususnya dalam jangka panjang (bagi investor). Jika harga koin turun pada level tertentu, mungkin Anda bisa menambah jumlah kepemilikan aset dengan melakukan average down.

Cut Loss

Sementara itu, bagi trader jangka pendek, tentu saja Anda harus melakukan cut loss (sesuai trading plan) saat harga crypto turun pada level tertentu. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko penurunan harga lebih dalam.

Pada dasarnya, naik turunnya harga cryptocurrency adalah sesuatu yang wajar jika basisnya disebabkan faktor teknikal. Akan tetapi, jika ada indikasi bahwa pasar crypto mulai tidak sehat, mengkhawatirkan, atau sentimen besar yang memberikan dampak buruk, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk menarik dana.

Akan tetapi, mengingat crypto adalah aset digital revolusioner, yang mengubah cara pandang publik terhadap mata uang, ini tampak begitu menjanjikan dalam jangka panjang. Apalagi sejumlah proyek kripto bahkan memberikan ide dan solusi nyata atas masalah tradisional yang terjadi saat ini, misalnya dari sektor keuangan.

Saat ini, banyak proyek crypto berbasis aplikasi terdesentralisasi (DApps) yang memungkinkan setiap orang bertransaksi peer-to-peer (P2P) secara efisien dan efektif, tanpa perantara. Kemudian, ada pula proyek crypto metaverse yang menciptakan ekosistem digital yang menguntungkan, dan banyak lagi. Dengan demikian, kekhawatiran terharap fundamental kripto mungkin bukan alasan yang tepat. – www.invesnesia.com

Leave a Comment